Jumat, 08 Mei 2015

ETIKA

TUGAS SOFTKILL
ETIKA


NAMA : EGI DESTA ARDIAN
NPM : 12413790
KELAS : 21B03
MENYATAKAN BAHWA MAKALAH YANG TELAH SAMPAI KEPADA BAPAK MUHAMAD AKRAM S.IP,M.PS KATA DAN DAN BUKAN HASIL DARI PLAGIAT

UNIVESITAS GUNADARMA
2015
KEHARMONISAN DALAM KEHIDUPAN

PENDAHULUAN :
Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. St. John of Damascus (abad ke-7 Masehi) menempatkan etika di dalam kajian filsafat praktis (practical philosophy).
Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain.[1] Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.
Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.[2]
Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika), etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika)
Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan.
Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi, secara etimologis (asal usul kata), etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K.Bertens, 2000).
Biasanya bila kita mengalami kesulitan untuk memahami arti sebuah kata maka kita akan mencari arti kata tersebut dalam kamus. Tetapi ternyata tidak semua kamus mencantumkan arti dari sebuah kata secara lengkap. Hal tersebut dapat kita lihat dari perbandingan yang dilakukan oleh K. Bertens terhadap arti kata ‘etika’ yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama dengan Kamus Bahasa Indonesia yang baru. Dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama (Poerwadarminta, sejak 1953 – mengutip dari Bertens,2000), etika mempunyai arti sebagai : “ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)”. Sedangkan kata ‘etika’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1988 – mengutip dari Bertens 2000), mempunyai arti :
1. ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak);
2. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak;
3. nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
Dari perbadingan kedua kamus tersebut terlihat bahwa dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama hanya terdapat satu arti saja yaitu etika sebagai ilmu. Sedangkan Kamus Bahasa Indonesia yang baru memuat beberapa arti. Kalau kita misalnya sedang membaca sebuah kalimat di berita surat kabar “Dalam dunia bisnis etika merosot terus” maka kata ‘etika’ di sini bila dikaitkan dengan arti yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tersebut tidak cocok karena maksud dari kata ‘etika’ dalam kalimat tersebut bukan etika sebagai ilmu melainkan ‘nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat’. Jadi arti kata ‘etika’ dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tidak lengkap.
K. Bertens berpendapat bahwa arti kata ‘etika’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tersebut dapat lebih dipertajam dan susunan atau urutannya lebih baik dibalik, karena arti kata ke-3 lebih mendasar daripada arti kata ke-1. Sehingga arti dan susunannya menjadi seperti berikut :
1. nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
Misalnya, jika orang berbicara tentang etika orang Jawa, etika agama Budha, etika Protestan dan sebagainya, maka yang dimaksudkan etika di sini bukan etika sebagai ilmu melainkan etika sebagai sistem nilai. Sistem nilai ini bisaberfungsi dalam hidup manusia perorangan maupun pada taraf sosial.
2. kumpulan asas atau nilai moral.
Yang dimaksud di sini adalah kode etik. Contoh : Kode Etik Jurnalistik
3. ilmu tentang yang baik atau buruk.
Etika baru menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan nilai-nilai tentang yang dianggap baik dan buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat dan sering kali tanpa disadari menjadi bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan metodis. Etika di sini sama artinya dengan filsafat moral


Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional di perlukan suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini : – Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik. – Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal. – Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia.Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etikapada akhirnya membantu kitauntuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yangpelru kita pahami bersama bahwa etikaini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.
Pengertian Etika
Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. Istilah lain yang identik dengan etika, yaitu:
• •
Susila (Sanskerta), lebih menunjukkan kepada dasar-dasar, prinsip, aturan hidup (sila) yang lebih baik (su). Akhlak (Arab), berarti moral, dan etika berarti ilmu akhlak. Sumber …









































PEMBAHASAN :

TUJUAN MEMPELAJARI ETIKA

Untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu.

PENGERTIAN BAIK

Sesuatu hal dikatakan baik bila ia mendatangkan rahmat, dan memberikan perasaan senang, atau bahagia (Sesuatu dikatakan baik bila ia dihargai secara positif)

PENGERTIAN BURUK

Segala yang tercela. Perbuatan buruk berarti perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat yang berlaku

CARA PENILAIAN BAIK DAN BURUK

Menurut Ajaran Agama, Adat Kebiasaan, Kebahagiaan, Bisikan Hati (Intuisi), Evolusi, Utilitarisme, Paham Eudaemonisme, Aliran Pragmatisme, Aliran Positivisme, Aliran Naturalisme, Aliran Vitalisme, Aliran Idealisme, Aliran Eksistensialisme, Aliran Marxisme, Aliran Komunism.

PENGERTIAN PROFESI

Belum ada kata sepakat mengenai pengertian profesi karena tidak ada standar pekerjaan/tugas yang bagaimanakah yang bisa dikatakan sebagai profesi. Ada yang mengatakan bahwa profesi adalah “jabatan seseorang walau profesi tersebut tidak bersifat komersial”.  Secara tradisional ada 4 profesi yang sudah dikenal yaitu kedokteran, hukum, pendidikan, dan kependetaan.

PROFESIONALISME

Biasanya dipahami sebagai suatu kualitas yang wajib dipunyai oleh setiap eksekutif yang baik. Ciri-ciri profesionalisme:
1.     Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi
2.     Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan
3.     Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya
4.     Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya

CIRI KHAS PROFESI

Menurut Artikel dalam International Encyclopedia of education, ada 10 ciri khas suatu profesi, yaitu:

1.     Suatu bidang pekerjaan yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus berkembang dan diperluas
2.     Suatu teknik intelektual
3.     Penerapan praktis dari teknik intelektual pada urusan praktis
4.     Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikasi
5.     Beberapa standar dan pernyataan tentang etika yang dapat diselenggarakan
6.     Kemampuan untuk kepemimpinan pada profesi sendiri
7.     Asosiasi dari anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang erat dengan kualitas komunikasi yang tinggi antar anggotanya
8.     Pengakuan sebagai profesi
9.     Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi
10.  Hubungan yang erat dengan profesi lain

TUJUAN ETIKA PROFESI

Prinsip-prinsip umum yang dirumuskan dalam suatu profesi akan berbeda satu dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan perbedaan adat, kebiasaan, kebudayaan, dan peranan tenaga ahli profesi yang didefinisikan dalam suatu negar tidak sama.
Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct)  profesi adalah:

1.     Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien, institusi, dan masyarakat pada umumnya
2.     Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema etika dalam pekerjaan
3.     Standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi-fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggota tertentu
4.     Standar-standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moral-moral dari komunitas, dengan demikian standar-standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya
5.     Standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi
6.     Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang-undang). Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya.

PENERAPAN ETIKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Beberapa penerapan etika dalam kehidupan sehari-hari dalam dunia kerja yang harus dipatuhi oleh pekerja diantaranya :
1.      Etika berpakaian. Janganlah anda mengenakan pakaian kantor yang terlalu seksi dan terbuka jika di kantor terdapat peraturan mengenakan pakaian tertutup. Jangan sampai atasan dan rekan kerja gerah melihat pakaian anda yang terkesan seksi. Tampil modis dan bergaya tanpa membuka aurat yang seharusnya tertutup.
2.      Etika bertelepon. Ketika anda menerima atau menelepon menggunakan fasilitas kantor, hendaknya bukan digunakan untuk urusan pribadi. Kalaupun anda kepepet menggunakan fasilitas telepon untuk keperluan pribadi, jangan menggunakan line telepon terlalu lama. Apabila anda bekerja sebagai costumer services suatu perusahaan, hendaknya selalu menyapa dengan sopan setiap ada telepon masuk.
3.      Etika berkomunikasi. Di kantor, anda tak hanya bekerja pada atasan saja. Anda pun memiliki rekan kerja yang mungkin saja seruangan dengan anda. Janganlah menjadi seorang pekerja yang masam. Ketika anda datang, sapalah seluruh rekan kerja anda dengan senyum ramah

Etika dalam Keluarga
Keluarga (bahasa Sanskerta: "kulawarga"; "ras" dan "warga" yang berarti "anggota") adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah.
Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut.
Keluarga adalah suatu kelompok yang terdiri dari beberapa individu yang terikat oleh adanya hubungan perkawinan atau darah , kelurga yang terdiri dari ayah –ibu dan anak , ayah dan anak-anak atau ibu dan anak yang sering di sebut keluarga inti.
Pada kehidupan keluarga inti terdapat berbagai macam norma, aturan yang terkandung di dalanmya, nilai-nilai itu seperti keagamaan, sopan santun (tata krama)kejujuran dan lainya, meskipun kadang kala penerapan nilai itu mengalami kesulitan atau hambatan, akan tetapi nilai-nilai itu kiranya sangat mendukung suatu keluarga dalam memprsiapakan dan mewujudkan sumber daya yang berkualitas.
Jadi etika dalam keluarga adalah etika yang telah diatur di lingkungan keluarga(di dalam rumah), tentang bagaimana kita berinteraksi dengan orang tua, bagaimana cara menghormati yang lebih tua, dan bagaimana bersikap saat bersama dengan mereka. Diatur dan dirancang secara turun temurun oleh sebuah keluarga(yang biasanya mengikuti etika sosial<sesama, namun lebih diatur lebih ketat).
Contoh Etika dalam Keluarga :
·         Pamitan dan mencium tangan orang tua sebelum pergi ke luar rumah.
·         Meminta maaf pada orang tua bila melakukan kesalahan.
·         Membantu ibu dalam melakukan pekerjaan rumah.
·         Bertutur kata dengan lembut dan sopan pada orang tua.
·         Tidak membantah perintah orang tua.
·         Tidak menyebutkan nama pada saat memanggil ayah, ibu dan kakak.
·         Tidak pulang larut malam dan tepat waktu.
·         Saling menghormati dan menghargai.
·         Tidak berbohong pada orang tua.
·         Mendengarkan nasehat orang tua.
·         Tidak berbicara pada saat makan bersama.
·         Tidak membuang angin pada saat makan bersama.
·         Tidak mengeluarkan suara (menyiplak) saat mengunyah makanan.

Etika terhadap orang tua: bahwa kita ketahui kita harus menghormati dan menyayangi orang tua kita, karna dia yang telah membesarkan kita.
Dan ada sikap yang harus kita lakukan terhadap orang tua kita adalah
1.Tidak memanggil kedua orang tua dengan nama aslinya
2.Ramah dan murah senyum kepada orang tua
3.Menghargai dan menghormati keduanya
4.Melakukan perintahnya selama itu kebaikan
Sikap adik terhadap kakak dan sebaliknya:
•      1.Seorang adik harus menghormati kakaknya, dan kakak harus menyayangi adiknya.
•      2.Seorang adik harus menghormati kakaknya, begitu juga sebaliknya.
•      3.Seorang kakak harus bisa melindungi adiknya.
Sikap seorang istri terhadap suaminya:
1.Taat terhadap perintah suami selama itu masih di jalan kebenaran.
2. Istri tidak boleh membantah dengan keras terhadap suaminya.
3. Jika istri akan bepergian, haruslah ia meminta ijin suaminya.
Sikap seorang suami terhadap istri:
•      1.Suami wajib berlaku baik terhadap istrinya dengan memberikan hak-hak istrinya
•      2. Suami harus menahan diri untuk tidak menyakiti dan memberatkan istrinya tanpa sebab yang jelas.
•      3. Suami harus berlaku bijaksana, ramah tamah, berlaku manis dan lemah lembut terhadap istrinya, baik ketika mereka sedang berdua atau bersama orang banyak. dsb
Sikap orang tua terhadap anak:
—  1.Orang tua harus bersikap terpuji di depan anak.
—  2. Jangan terlalu memanjakan anak.
—  3.Jangan pernah marah di depan anak.
—  4.Jangan terlalu membatasi ruang gerak anak.

KESIMPULA :
Jadi dalam setiap kegiatan dan kehidupan kita semua nya harus memiliki dan mendahului etika perorangan karna etika sebenar nya merupakan jatidiri dari manusia , etika merupakan awal untuk menentukan sifat seseorang apa orang itu ramah atau angkuh dan etika merupakan suatu pembentukan sifat , pada zaman sekarang ini etika sangat di butuhkan untuk mengembalikan tata norma kehidupan bermasyarakat dalam beretika . kita bangsa Indonesia dari dulu menjunjung dan di kenal oleh negeri negeri tetangga dengan keramah tamahannya dan etika yang baik dari msyarakat Indonesia jangan sampai pada  jaman global seperti sekarang yang telah banyak masuk budaya budaya dari luar membuat kita  terkontaminasi oleh budaya barat dan membuat etika kita menjadi jelek dan di pandah jelek oleh negri tetangga
DAFTAR PUSTAKA
-       BUKU ETIKA DAN FILSAFAT KOMUNIKASI








Minggu, 14 Desember 2014

Sejarah Python

Sejarah Python

Python dikembangkan oleh Guido van Rossum pada tahun 1990 di CWI, Amsterdam sebagai kelanjutan dari bahasa pemrograman ABC. Versi terakhir yang dikeluarkan CWI adalah 1.2.
Tahun 1995, Guido pindah ke CNRI sambil terus melanjutkan pengembangan Python. Versi terakhir yang dikeluarkan adalah 1.6. Tahun 2000, Guido dan para pengembang inti Python pindah ke BeOpen.com yang merupakan sebuah perusahaan komersial dan membentuk BeOpen PythonLabs. Python 2.0 dikeluarkan oleh BeOpen. Setelah mengeluarkan Python 2.0, Guido dan beberapa anggota tim PythonLabs pindah ke DigitalCreations.
Saat ini pengembangan Python terus dilakukan oleh sekumpulan pemrogram yang dikoordinir Guido dan Python Software Foundation. Python Software Foundation adalah sebuah organisasi non-profit yang dibentuk sebagai pemegang hak cipta intelektual Python sejak versi 2.1 dan dengan demikian mencegah Python dimiliki oleh perusahaan komersial. Saat ini distribusi Python sudah mencapai versi 2.6.1 dan versi 3.0.
Nama Python dipilih oleh Guido sebagai nama bahasa ciptaannya karena kecintaan guido pada acara televisi Monty Python’s Flying Circus. Oleh karena itu seringkali ungkapan-ungkapan khas dari acara tersebut seringkali muncul dalam korespondensi antar pengguna Python.

Pengenalan Python
Python merupakan bahasa pemrograman dinamis yang mendukung pemrograman berbasis objek. Python dapat digunakan untuk berbagai keperluan pengembangan perangkat lunak dan dapat berjalan di berbagai platform sistem operasi. Seperti halnya bahasa pemrograman dinamis, python seringkali digunakan sebagai bahasa skrip dengan interpreter yang teintergrasi dalam sistem operasi Python memungkinkan Anda bekerja lebih cepat dan mengintegrasikan sistem Anda lebih efektif. Saat ini skrip python dapat dijalankan pada sistem berbasis :
1. Windows
2. Linux / Unix
3. Mac OS X
4. OS/2
5. Amiga
Python didistribusikan dengan beberapa lisensi yang berbeda dari beberapa versi. Python dapat diperoleh dan dipergunakan secara bebas ( bersifat Open Source ). Lisensi Python tidak bertentangan baik menurut definisi Open Source maupun General Public License ( GPL ). Interpreter Python dapat diperoleh di website resminya di http://www.python.org
Modus penulisan kode python dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu
1. Menggunakan mode interaktif
2. Menggunakan Skrip.

Menggunakan Mode Interaktif
Menggunakan mode interaktif berarti kita bekerja menggunakan Prompt interpreter dari python. Penulisan kode python dilakukan per-statemen
Statemen “Hello Python” adalah hasil eksekusi dari perintah “print “Hello Python””. Dengan menggunakan prompt interpreter python, dapat melakukan ujicoba setiap statemen-statemen atau fungsi-fungsi yang ada pada Python.

Menggunakan Skrip
Menggunakan skrip berarti menyusun statemen-statemen menjadi sebuah satu kesatuan file python. Dengan membuat skrip berarti telah dilakukan kompilasi file python dengan bantuan Interpreter dari Python lewat Command Prompt (Windows) atau Terminal (Linux/Unix). 

Tulis skrip diatas pada Text Editor Python yang sudah disediakan, kamudian lakukan kompilasi, dengan cara klick F5 pada keyboard, kemudian save file yang ingin di kompile

Statifikasi di Indonesia

 Statifikasi di Indonesia
Apa pandangan terhadap stratifikasi di Indonesia? Sebelum itu kita harus tahu apa itu stratifikasi. Stratifikasi adalah pengolongan, jadi yang stratifikasi di indonesia adalah penggolongan masyarakat di indonesia berdasarkan kriteria – kriteria tertentu yang ada dan berkembang di masyarakat. Ada banyak ukuran yang menyebabkan terjadinya stratifikasi/penggolongan di masyarakat baik terjadi secara sadar maupun terjadi dengan sendirinya. Saya akan mengulas beberapa ukuran stratifikasi yang ada di indonesia.
1.      KekayaanKepemilikan harta benda seseorang dilihat dari jumlah dan materiil saja. Biasanya orang yang memiliki harta dalam jumlah yang besar akan menempati posisi teratas dalam penggolongan masyarakat berdasarkan kriteria ini. Jadi semakin banyak harta benda yang di miliki maka semakin di segani oleh masyarakat sekitar. Sehinngga semakin tinggi golongan kita dalam masyarakat.

2.      Kekuasaan dan Wewenang
Kepemilikan kekuatan atau power seseorang dalam mengatur dan menguasai sumber
produksi atau pemerintahan. Biasanya ukuran ini dikaitkan dengan kedudukan atau status social seseorang dalam bidang politik dalam pemerintahan contohnya: Presiden, Wakil Presiden, Menteri, Hakim, Jaksa dll.

3.      Kehormatan
Biasanya di ukur dari gelar kebangsawanan yang di miliki oleh pendahulunya atau  biasa di sebut dengan marga keluarga. Orang yang memiliki gelar ini biasanya tercirikan dari namanya seperti Raden, Kanjeng. Yang biasanya menduduki strata teratas dalam masyarakat.

4.      Ilmu pengetahuan
Biasanya di lihat dari gelar pendidikan yang telah di selesaikannya. Contonya seperti : Prof. (profesor) , dr (dokter) , Dr (doktor) dll. Biasanya di dalam masyarakat orang – orang yang mempunyai gelar tersebut di  hormati oleh masyarakat sekitar.

Jadi menurut pendapat saya stratrifikasi di indonesia memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya orang – orang yang memiliki kelebihan di dalam masyarakat merasa lebih di hargai dalam lingkungan sekitar. Tetapi hal ini menimbulkan dampak negatif, karena sikap seperti ini memiliki kekuatan untuk menyebabkan seseorang menjadi sombong dan merendahkan orang lain. Sebernarnya jika kita saling menghargai dan menghormati satu sama lain maka orang lain akan menghormati kita tanpa melihat latar belakang diri kita.

Peran Pemuda dalam Pembangunan di Indonesia

Peran Pemuda dalam Pembangunan di Indonesia

Pemuda adalah generasi penerus bangsa ini, semua orang tahu dan pasti sering mendengarnya di berbagai media yang ada maupun dari orang lain. Mengapa demikian? Karena peran pemuda sudah ada sebelum bangsa ini merdeka contohnya seperti sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928. Peran pemuda juga kembali di rasakan pada saat masa orde baru tepatnya tragedi trisakti pada Mei 1998. Sudah sangat jelas bahwa peran pemuda sangat penting bagi bangsa indonesia dari dahulu sampai saat ini. Ironisnya saat ini perkembangan pemuda di indonesia mengalami kemundura. Tidak seperti pemuda pada zaman dahulu yang sangat berhati-hati dalam bertindak sehingga bangsa Indonesia bisa merdeka seperti skarang ini. Pemuda pada saat ini sudah sangat rusak moralnya karena yang terlihat di berbagai media para pemuda malah berkelahi, tawuran antar sekolah maupun kelompok, dan lebih parahnya lagi di salah satu universitas di indonesia di temukan 8kg lebih ganja yang siap untuk di jual kepada mahasiswa tersebut. Para pemuda saat ini harus kembali mengigat bagaimana para pemuda dari tahun 1908-1998 ( Pergerakan Budi Utomo – tragedi trisakti) berjuang untuk Indonesia. Kita dapat merefleksi sekaligus bercermin dari semangat perubahan yang mereka lakukan. Semangat pembaruan yang lahir dari pemikiran mereka merupakan buah dari kerja keras dan disiplin. Sebagai penerus tongkat estafet perjuangan yang menjadi simbol kemajuan suatu bangsa, kita wajib meneladani semangat dan idealisme mereka agar kelak lahir Soekarno-Soekarno baru, Soe Hok Gie-Soe Hok Gie baru, serta pemikir-pemikir baru yang memiliki pola pikir baru, kreatif dan segar.

            
Masyarakat masih membutuhkan pemuda-pemudi yang memiliki kematangan intelektual, kreatif, percaya diri, inovatif, memiliki kesetiakawanan sosial dan semangat nasionalisme yang tinggi dalam pembangunan nasional. Pemuda diharapkan mampu bertanggung jawab dalam membina kesatuan dan persatuan NKRI, serta mengamalkan nilai-nilai yang ada di dalam pancasila agar terciptanya kedamaian, kesejahteraan umum, serta kerukunan antar bangsa. Bangun pemuda-pemudi Indonesia. Tanamkan semangat yang berkobar di dadamu. Bersatulah membangun Negara tercinta. Seperti isi sumpah pemuda yang di ikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 “satu tumpah darah, satu bangsa dan satu bahasa”. Semoga Negara kita ini tetap bersatu seperti slogan budaya bangsa yang tercermin dalam Bhineka Tunggal Ika. Berkarya lah pemuda-pemudi Indonesia, Majukan Negara Kita, Jadilah Soekarno dan Moh Hatta berikutnya yang memiliki semangat juang tinggi dalam membangun bangsa.
Jadi sebagai generasi penerus bangsa ini, kita harus memiliki sikap dan mental yang baik agar kelak bangsa ini menjadi bangsa yang makmur dan tidak di pandang sebelah mata. Kita harus mengisi masa muda dengan kegiatan – kegiatan yang bermanfaat seperti belajar dengan giat. Jangan sampai masa muda kita terbuang sia – sia. MAJU PEMUDA INDONESIA!!!.